Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]

Di pagi hari yang sejuk, seperti biasanya saya bersama istri mengantarkan ke dua putri kecil kami yang cantik dan lucu ke sekolah mereka. Putri yang bungsu baru saja masuk ke TK A dan putri yang sulung baru saja naik kelas 5 SD.

Setelah mengantarkan mereka sampai di sekolah, maka bebas tugaslah kami sampai pukul 9.30. Yaitu saat kami harus kembali menjemput sang putri bungsu di sekolahnya.

”Kita mau pergi ke mana sekarang, Yang?”, tanya istri saya dengan lembut dan suara manja sesaat setelah kami masuk ke dalam mobil.

”Seperti biasa, sarapan pagi yuk. Mau sarapan dimana, Yang?”, jawab saya dengan tersenyum sementara mobil kami meninggalkan tempat parkir.

”Yang, saya sedang ingin makan yamcha…”, jawabnya.

”Oke, Yang”, sahut saya sambil tersenyum.

Maka meluncurlah mobil kami melintasi jalan layang ke arah utara kota Bandung. Kami menuju jalan Setiabudi atas, sebuah wilayah di kota Bandung bagian utara yang berhawa sejuk pegunungan dekat Lembang.

Akhirnya saya membelokkan mobil kami memasuki komplek sebuah hotel yang asri di jalan Setiabudi. Saya memarkirkan mobil kami di depan pintu sebuah restoran yang terkenal dengan Yamcha-nya yang lezat.

Yamcha adalah makanan favorit kami berdua untuk sarapan pagi. Sambil mendengarkan alunan lagu-lagu mandarin yang merdu, kami pun bersantap pagi di teras restoran yang memiliki pemandangan indah.

Hisit kau goreng, ca sau pau, kay cak, bacang ketan, ubur-ubur telur item, chao ceu fen kwo, ham soy kok, dan coctail tahu yang terhidang di meja kami begitu menggugah selera makan. Apalagi ditemani chinesse tea sebagai minumannya.

Menggunakan sepasang sumpit bambu kami menyantap makanan sepotong demi sepotong dengan nikmat. Udara pagi pengunungan yang sejuk, pemandangan yang indah, makanan yang lezat, alunan lagu yang merdu, dan seorang istri yang cantik menemani sarapan pagi. Lengkap sudah, kenikmatan yang dianugerahkan Tuhan pagi ini.

”Terima kasih Tuhan…”, kata saya dalam hati, mengawali doa sebelum kami mulai menyantap hidangan.

Sesekali diselingi dengan menghirup seteguk chinesse tea yang hangat dan beraroma harum. Kami menikmati sarapan pagi sambil berbincang dari hati ke hati. Terasa begitu nyaman sambil diiringi semilir angin sejuk hawa pegunungan Bandung Utara.

Sudah sebelas tahun usia pernikahan kami, tidak membuat kemesraan diantara kami berkurang. Sampai sekarang secara tidak disadari kami masih saling memanggil dengan sebutan ”Sayang” atau ”Yang”, di mana pun kami berada. Sama seperti saat kami baru bertemu dan masih dalam status pacaran hampir dua puluh tahun yang lalu.

Tujuh tahun masa pacaran, lalu tunangan, ditambah sebelas tahun masa pernikahan tidak membuat kemesraan kami berubah walau pun usia terus bertambah. Hal yang cukup langka, kata banyak orang di sekitar kami. Kami sendiri tidak menyadarinya sampai beberapa orang di sekitar kami berkomentar demikian.

Setelah saya renungkan, ”Mengapa hal ini dapat terjadi pada kami?”.

Ternyata, salah satunya adalah karena kami memiliki cukup banyak waktu untuk dinikmati bersama. Kami juga memiliki banyak waktu untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Kami memiliki banyak waktu untuk menikmati kehidupan, mengantar-jemput anak kami ke sekolah, melakukan hobby kami, dan berbagai kegiatan lainnya yang menyenangkan.

Sementara banyak pasangan suami istri yang kehilangan begitu banyak waktu untuk bersama karena berbagai kesibukan kerja yang harus dilakukan. Kami dapat menikmati kehidupan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kami. Mungkin hal itu juga yang merupakan salah satu faktor yang membuat kami selalu tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya.

Mengapa kami memiliki banyak waktu?
Karena kami bukanlah pekerja, tetapi kami adalah pengangguran! Tetapi bukan pengangguran biasa, karena kami adalah pengangguran entrepreneur!

Kami memiliki beberapa usaha kecil yang telah dapat memberikan passive income. Kami tidak harus turun tangan sendiri untuk mengerjakan usaha tersebut saat ini. Tetapi beberapa usaha yang kami rintis beberapa tahun yang lalu tersebut telah berjalan dengan sendirinya dan dapat menghasilkan income secara terus menerus untuk kami. Inilah yang disebut dengan passive income.

Walau pun passive income itu belum bisa membuat kami kaya raya secara financial saat ini, tetapi telah dapat mencukupi semua kebutuhan kami walau pun kami tidak bekerja. Sehingga kami tidak harus berjerih-payah lagi mengejar materi untuk kehidupan kami sehari-hari.

Kebetulan, kami juga tidak pernah bercita-cita menjadi orang yang kaya secara financial. Kami lebih memilih menjadi orang yang dapat menikmati kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan dan menjadi ”kaya” secara non financial, seperti kaya akan kebaikan, kaya akan sahabat, kaya akan waktu bebas, kaya akan kebahagiaan, kaya akan keharmonisan, dan kaya akan berbagai hal lainnya yang bersifat non materi. Karena bagi kami, kekayaan materi hanyalah salah satu dari puluhan kekayaan yang harus dimiliki setiap orang untuk dapat hidup berbahagia.

Coba anda bayangkan…
Jika saja lebih dari satu juta pengangguran di Indonesia dapat diubah menjadi lebih dari satu juta pengangguran entrepreneur? Walau pun entrepreneur skala usaha kecil, dampaknya bagi perekonomian Indonesia akan luar biasa!

Jika banyak keluarga menjadi entrepreneur, maka akan muncul keluarga-keluarga yang lebih sejahtera dan relatif lebih berbahagia dalam kehidupannya. Mereka akan menghasilkan keturunan generasi penerus yang lebih tangguh karena orang tua akan memiliki banyak waktu untuk membimbing anak-anaknya.

Ingat, pilar sebuah bangsa adalah keluarga! Keluarga-keluarga yang kokoh akan menghasilkan masyarakat yang luar biasa. Masyarakat yang luar biasa akan membentuk bangsa yang hebat luar biasa!

Indonesia di masa mendatang memiliki harapan untuk menjadi bangsa yang hebat luar biasa! Jika saja keluarga-keluarga kecil yang merupakan elemen terkecil di masyarakat dapat menjadi keluarga-keluarga yang kokoh. Dan hal itu bisa diwujudkan mulai dari keluarga anda!

Hidup hanya Sekali!
Masa kecil, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua hanya dialami sekali. Tidak dapat diulang dan tidak dapat dibeli. Oleh karena itu, jangan sia-siakan waktu hidup anda hanya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja, seumur hidup mencari uang, uang, dan uang! Banyak hal yang lebih berharga daripada uang, salah satu diantaranya adalah waktu. Uang dapat dicari tetapi waktu tidak dapat dibeli.

Raihlah passive income! Itulah yang selalu saya ajarkan di Sekolah Bisnis Gratis USB. Sekolah gratis kewirausahaan yang saya dirikan di Bandung untuk membantu banyak generasi muda untuk belajar mendapatkan passive income melalui entrepreneurship.

Jadilah entrepreneur! Bukannya pekerja! Itu kalau anda ingin mendapatkan kualitas hidup anda lebih baik dan menikmati kehidupan ini dengan lebih menyenangkan…

Saya dan istri saya bercita-cita untuk menciptakan lebih banyak lagi generasi muda entrepreneur dalam waktu dekat ini sebagai solusi krisis ekonomi global dan tingginya tingkat pengangguran sarjana. Oleh karena itu kami bersepakat untuk menggunakan waktu kami yang banyak saat ini untuk bekerja keras mewujudkan cita-cita kami. Kami akan membimbing sebanyak mungkin generasi muda intelektual untuk menjadi entrepreneur usaha kecil dan menengah.

Lebih dari dua ratus mahasiswa ITB, UNPAD, UPI, UNPAR, UNPAS, UIN, Maranatha, dan berbagai universitas lainnya di Bandung yang saat ini sedang kami bimbing menjadi entrepreneur secara gratis di Sekolah Bisnis Gratis USB terasa masih belum mencukupi mengingat tingginya tingkat penggangguran sarjana saat ini. Kami ingin membantu lebih banyak lagi.

Maka pagi ini kami memutuskan akan menerima permintaan-permintaan membuka kelas kewirausahaan USB secara gratis di kampus-kampus beberapa universitas di Bandung yang ingin bekerjasama dengan Sekolah Bisnis Gratis USB. Walau pun untuk itu waktu kami akan tersita banyak, kami ikhlas berkorban agar lebih banyak lagi tercipta generasi muda entrepreneur. Mereka yang akan membentuk keluarga-keluarga yang kokoh di masa mendatang dan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kami berharap agar mereka dapat menjadi generasi pemimpin dan pengelola negeri ini menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

Demikianlah saya menyelesaikan sarapan pagi yang romantis bersama istri tercinta karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat delapan menit. Sekarang saatnya untuk kami pergi kembali ke sekolah menjemput putri bungsu tercinta. Dan berarti selesai pula lah saya mengetik artikel ini di komputer note book untuk langsung saya kirimkan via mobile modem ke website populer yang akan menayangkannya.

Jari telunjuk saya menekan tombol ”send” bersamaan dengan satu tegukan terakhir chinesse tea yang nikmat.

[Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor Entrepreneur, Inspirator & Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”]
Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id

This entry was posted in motivitor. Bookmark the permalink.

94 Responses to Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]

  1. setelah saya membaca dan menyimak sebuah artikel yang di tulis oleh bapak viktor asih. artikel tersebut merupakan artikel yang luar biasa,kenapa saya berbicara begitu? karena artikel tersebut berisi tentang tujuan dan cita2 yang mulya yaitu menciptakan sesuatu untuk hal yang dangan berguna untuk masyarakat,bangsa,dan negara di jaman yang penuh persaingan dunia internasional yang semakin tinggi dan bliau menurut saya berhak dan pantas di beri gelar pahlawan nasional,karena bliau membantu bangsa dan negara untuk menciptakan bangsa yang kokoh dan sejahtera. serta saya semakin ingin menggapai cita2 saya setelah membaca artikel tersebut yaitu menjadi pengusaha yang sukses…dan membantu mengurangi pengangguran

  2. DIKI DARMAWAN says:

    Saya adalah peserta usb baru level nol..dan saya mendapat tugas untuk mencari artikel ini..dan akhinya saya pun membacanya..al hasil sayapun ingin sekali menjadi penggangguran seperti itu..karena saat ini merasakan banyak waktu2 yg telah dicuri oleh kerjaan sendiri.sementara tidak saya lakukan sebaik-baiknya..semoga dengan menjadi peserta d usb saya bs menjadi wirausaha yg tangguh..

  3. Dewi Maya says:

    Artikelnya sangat menginspirasi bagi saya pribadi (dan rasanya setiap orang yang baca terutama yg merasa kualitas dan kuantitas relasinya dengan orang tua terbatas akibat kedua orang tua yg sibuk bekerja). Kalau kita lihat fenomena sekarang, Ayah Kerja, bahkan Ibu Juga, terus Anaknya bagaimana?
    Bekerja itu bagus, tapi memang banyak menyita waktu, belum kalau sampai rumah bapak ibu lelah, sisanya anak selalu dinilai salah lalu kena marah (contoh).
    Terima kasih artikelnya Pak Victor,,. Semoga Bapak bisa membuat artikel lain yang lebih menginspirasi lagi, agar semakin banyak para orang tua yg senang menjadi pengangguran enterpreneur, yang punya banyak waktu luang untuk Tuhannya, keluarganya, dan bangsanya, aamiin…

  4. Nettie says:

    Pengangguran bkn satu kata yg menakutkan,bkn pl seorang yg mempunyai masa depan suram,bkn satu hal yg memalukan,tapi pengangguran adalah satu anugrah untuk lbh menikmati hidup,tapi untuk menjd penggangguran entrepreneur kita hrs siap dr 0,membangun dr dasar,untuk itu sy mulai dr USB,

    • hawky says:

      Setelah saya membaca artikel ” Nikmatnya jadi pengangguran “, saya membayangkan dan memposisikan sebagai seorang pengangguran yang memiliki passive income.. Sangat indah dan nikmatnya hidup ini jika kita dpt seperti itu… Hidup menjadi lebih berarti karena waktu kita dihabiskan dengan orang-orang yang kita kasihi dan dapat berbuat banyak kebaikan bagi banyak orang (Quality Time) ..Telah lama saya mencita-citakan memiliki passive income tanpa harus menghabiskan banyak waktu untk mengejar materi belaka.. Terkadang karena materi kita dapat kehilangan hati nurani kita…Sebelum saya membaca artikel ini, saya memiliki kekhawatiran apakah saya bisa seperti itu. Artikel ini sangat menginspirasi saya agar saya segera dapat mewujudkan impian saya itu, saya pun ingin menjadi seperti pak Viktor yang dapat berbagi dengan sesama, bukan sekedar materi yang dibagikan tetapi lebih dari itu.. Indahnya hidup bila kita berbagi.. Terimakasih Pak Viktor atas artikelnya.. Saya berjanji saya akan terus tekun dan teguh dalam mencapai cita-cita saya… Saya yakin saya pasti bisa..

  5. Lingga Okta Egatama says:

    Wah alangkah senangnya bisa menjadi pengangguran entrepreneur. Waktu bisa digunakan dengan semestinya, seperti waktu untuk beribadah, keluarga, orang lain dan diri sendiri. Saya ingin menjadi seorang pengangguran yaitu pengangguran entrepreneur.

    Go USB……..Go Entrepreneur……..

  6. herliawan says:

    mmmh…. dahsyat! jadi ini yang di maksud bahwa seorang enterpreneur memang liburan setiap hari, karena setiap yang anda lakukan memang sudah menjadi tujuan pasti dan memang anda menikmati setiap proses menuju pencapaiannya. Yang pasti semua beban, rasa lelah, sudah pasti terbayar habis dengan “liburan” yang anda lakukan

  7. IRWAN SETIADI says:

    artikel yang sangat inspiratif.
    pikiran saya terbuka setelah melihat kaya bukan secara financial. kita lihat kenyataannya di indonesia, banyak sekali orang yang ingin kaya secara financial dan menghalalkan segala cara. hal ini yang membuat bangsa indonesia kurang sejahtera.
    maka kita harus berpikir kaya bukan secara financial. saya ingat kata-kata bapak victor, ‘sukses adalah keseimbangan antara hubungan horizontal dan vertical.

    -irwan setiadi-
    siswa USB level 0

    terimakasih

  8. Irmawati Febriani says:

    Salut dengan cita-cita mulia Bapak dan Istri untuk kebaikan bangsa ini.

  9. Salut dengan cita-cita dan tekad Bapak beserta istri untuk memperbaiki bangsa ini. Juga salut dengan aksi nyata yang saat ini telah bisa dirasakan banyak orang (USB).

  10. ita sri aprillian says:

    Berhubung sya wanita dan pndidikn sya tdk bgtu tnggi tp sya tdk mau klh dgn org yg brtitel tinggi,sya ingin mmbuktikn pd dunia bhwa wanita sprti sya tdk cuman bsa hnya jd ibu rmh tangga yg baik tp jg bsa mnjdi pngusha yg sukss dgn tnpa di kendalikn org lain mslkn mnjdi krywn d tmpt org lain.
    Intinya tjuan awal sya adlah mnjdi pngusaha sukss tnpa hrs mlalaikn kwjibn sya sbgai ibu yg baik dn istri yg soleh.
    Mudah”an dgn ikut USB ini smua cta” sya akan TERCAPAI…

  11. inesia gustiyati saridi says:

    setelah saya membaca artikel tersebut , saya tergugah untuk bangkit kembali .
    memang , di zaman sekarang ini susah sekali untuk bekerja . memiliki keahlian pun masih tetap juga susah .
    saya ingin sekali apa yg dialami oleh bapak viktor asih yg notaben nya menjadi mentor entrepreneur menimpa terhadap saya .
    menolong banyak orang, menjadi orang yg sukses dsb
    hidup hanya sekali dan saya tidak akan menyianyiakan sekolah gratis ini di usb . saya akan berusaha semaksimal mungkin demi masa depan saya , karena masa depan saya sendiri ada di tangan dan pundak saya .
    ggoooo usb , ggooo entrepreneur

  12. Dini maria says:

    setelah membaca artikel di atas saya terinspirasi dengan banyaknya pengangguran-pengangguran di Indonesia yang semakin marak ini.
    Dengan adanya USB membantu kita untuk meringankan pengangguran ini.
    semakin kita banyak belajar di USB,,,semakin pula untuk kita berusaha dan mengembangkan kemampuan yang kita miliki. . .
    maka selama kita masih mampu,,LAKUKANLAH.

  13. inesia gustiyati saridi says:

    setelah membaca artikel tsb , saya tergugah untuk bangkit . di zaman sekarang ini memang susah mencari pekerjaan , org yg memiliki keahlian pun belum tentu mendapat pekerjaan .
    mudah-mudahan apa yg dialami oleh bpk victor asih yg notaben nya menjadi mentor entrepreneur menimpa terhadap saya . menolong, membantu orang dsb .
    maka dr itu saya tidak akan menyianyiakan sekolah gratis di USB ini, saya ingin bangkitttt. . karna masa depan saya ada di tangan dan pundak saya…
    go USB GO ENTREPRENEUR……

  14. Mohamad yusup ramadhan says:

    Saya sangat terinspirasi dengan artikel pak vikt0r.
    Karena saya pun punya mimpi bahwa ketika mencari penghasilan,saya tak ingin terkekang oleh perintah atau peraturan atasan saya.
    Dan saya rasa menjadi enterpreneur adalah pilihan yang cocok untuk memenuhi mimpi saya tersebut.
    Go usb.!!
    Go enterpreneur.!!
    Mohamad yusup ramadhan

  15. Asep_Rosadi says:

    trimakasih pa Viktor artikel nya luar biasa di ambil dari pengalaman pribadi “nikmat nya jadi pengangguran”spernti ini. artikel ini dapat menggugah semangt saya untuk jadi Entrepreneur sejati yg bermanfaat bagi saya khusus ya dan lingkungan disekitar saya pda umum nya hehehhee^_^v

  16. ineu nur.s. says:

    artikel yg bnr2 menginspirasi..
    Semoga suatu hari nanti neu jg bsa mrasakan ‘nikmatnya jadi pengangguran’
    seperti bpk..
    Amien..

  17. Indra Agustiara says:

    Luarbiasa, jika saya dapat seperti itu dengan passive income ada, Indahnya hidup ini jika bisa saya lakoni bersama keluarga, karena untuk mendapatkan kesempatan seperti itu pernah saya impikan, rasanya mulai muncul setitik cahaya menerangi pikiran saya yang saat ini masih gelap. Terimakasih Tuhan Maha penolong, dengan perantaraan Pak Victor yang tulus, setitik, secercah cahaya mulai muncul, inspirasi mulai saya gali tetapi belum tahu langkah jalan menuju harapan tersebut, mohon bimbinglah saya agar dapat mewujudkan harapan tersebut yang dimediasi jiwa entrepreneur berdasarkan azas kesetimbangan hidup horizontal dan vertical.

  18. diky hertanto says:

    pengalaman pak victor melalui tulisan ini memberi bukti bahwa banyak nilai plus dari menjadi entrepreneur,diantaranya yaitu bisa menghasilkan profit dengan keterlibatan diri seminim dan seefektif mungkin sehingga bisa mempunyai waktu luang yang bisa digunakan untuk menikmati kehidupan dan bisa mencapai keseimbangan spiritual,kesehatan fisik dan mental,dan tentu juga kesuksesan finansial.semoga pak victor dengan usb-nya bisa menularkan ‘virus’ entrepreneur seluas-luasnya. Go Usb… Go entrepreneur!..

  19. Saatnya kita semua merubah pola pikir, yang semula menjadi seorang pekerja, menjadi seorang enterpreneur. Karena menurut saya, dengan menjadi seorang pekerja kita hanya akan mendapatkan satu anugerah Tuhan bernama materi, tetapi tidak menikmati anugerah Tuhan lain yang menurut saya lebih berharga, yaitu waktu dan kebahagiaan, baik lahir maupun batin.

    Semoga dengan belajar enterpreneurship di USB, kita pada umumnya, terutama saya pada khususnya kelak dapat menikmati waktu demi waktu dalam perjalanan kehidupan yang hanya sekali ini, dan dapat meraih kebahagiaan lahir dan batin; di dunia ini, dan di akhirat kelak. Insya Allah

    Go USB, Go Enterpreneur !

    Mirza

    USB Level 0

  20. novita wisudawati says:

    setelah baca artikelnya…
    saya jdi gak sbar tuk jdi pengusaha sejati,,,
    biar bisa melakukan hal yg d impikan,,,

  21. Tri Isni Sakina says:

    makin b’hasrat jd enterpreneur, makin b’semangat hadir d USB, walaupn sy msh level nol… hehehe…

  22. Mutiabella Trisnawati says:

    siapa sih yang tidak mau dapet passive income, diam dirumah, menjalankan hobby, kumpul bersama keluarga tetapi dapet uang untuk sehari-hari. aku mauuu banget, muti semakin semangat untuk melanjutkan impian saya sebagai pengusaha, dan saya mau seperti bapak saya mau Indonesia makmur, saya mau menjadi pemodal untuk orang yang tidak mampu apabila saya sudah sukses pastinya, saya yakin saya bisa apalagi dapat dorongan dari Allah SWT, Orang Tua, Keluarga, Sahabat saya.

    Go minimal 1 % 2015
    GO USB GO Enteurpreneur..

    Semangat..

    inget DUIT : Do’a Usaha Ikhtiar dan Tawakal🙂

  23. Annisa Nur Auliani says:

    Artikel ini benar-benar membuat inspirasi untuk saya..
    setelah membaca artikel ini saya juga ingin sekali menikmati waktu tua nanti bersama keluarga saya.. meskipun saya sekarang masih mahasiwa tapi saya yakin saya bisa..
    saya ingin sekali menjadi pengangguran enterpreneur..

    nisa

  24. ade barkah says:

    Terima kasih Pak Victor, tulisan yang inspiratif, mudah-mudahan saya dan teman-teman di USB bisa mengikuti jejak bapak menjadi pengangguran entrepreneur yang mempunyai waktu yang fleksibel.

    Kelihatannya sih mudah, ya mudah-mudahan memang tid…ak susah
    karena saya ingin berubah, bergabunglah dalam suatu wadah
    USB namanya mah, gratis kuliah dapat hadiah
    bisa beribadah jalan-jalan ke ka’bah
    dadah……

    Ade Barkah

  25. Mohammad Fahruddin Yulianto says:

    Cita-cita yang sangat mulia Pak. Mudah-mudahan dengan bimbingan Bapak akan semakin banyak jumlah entrepreneur di negeri ini agar negeri ini bisa segera bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang lebih bermartabat di mata dunia intern…asional. Mudah-mudahan langkah Bapak bisa ditiru oleh entrepreneur-entrepreneur lainnya untuk mendirikan sekolah bisnis gratis seperti USB School, sehingga makin banyak orang yang berniat untuk merubah nasib untuk menjadi entrepreneur seperti saya bisa lebih terarah untuk mencapainya. Mudah-mudahan kedepannya akan semakin banyak “pengangguran” entrepreneur di negeri ini, sehingga cita-cita untuk membuat negeri tercinta ini menjadi negara maju dengan tambahan minimal 4 juta entrepreneur bisa segera terwujud. Go USB! Go Entrepreneur! dari Mohammad Fahruddin Yulianto – Level 0 angkatan 2011.

  26. Mohammad Fahruddin Yulianto says:

    Salut untuk Bapak Victor Asih, disaat orang lain berlomba-lomba memanfaatkan ilmu mereka untuk mencari keuntungan yang lebih besar dengan mengadakan training/seminar dengan biaya selangit, Bapak Victor Asih muncul dengan idealismenya untuk berbagi ilmu menjadi entrepreneur secara gratis lewat sekolah bisnis gratis USB School dengan menanggung seluruh biayanya. Buat rekan-rekan level 0, jangan sia-siakan pengorbanan Bapak Victor Asih dan kesempatan yang sudah ada di depan mata… YOUR HIGHWAY TO BE AN ENTREPRENEUR!

  27. Chitra Hadriani I says:

    Amazing pa.!!!
    saya malah jarang sekali merasakan nikmat kebebasan bersama ayah dan mamah saya.
    mustipun mamah sya add d rumah, tp setiap hari di saat orang” d rmah msih tidur, saya sudah harus berngkat untuk bekerja.
    semoga dgn membca artikel bapa ini dan mengikuti kelas d usb, saya bisa menjadi pengangguran entrepreneur seperti bapa.
    doakan saya semoga sukkses y pa…
    GO USB, GO ENTREPRENEUR..!!!!!!!!!

  28. Eka Pujiastuti says:

    Setelah saya membaca artikel ini… semakin kuat tuk saya ingin menjadi Entrepreneur sejati…

    terima ksih pa’victor… dengan msuknya saya di USB semkin dekt tuk mencapai impian saya….

    GO USB GO Enteurpreneur..

  29. christina T says:

    saya adalah peserta USB level O..
    betapa menyenangkan bila mempunyai passive income seperti pak victor, bisa punya banyak waktu luang tetapi tetap memiliki penghasilan rutin.
    Saya pikir mungkin keadaan bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik apabila semakin banyak orang di Indonesia yg menjadi entrepreneur.
    Go entrepreneur!!!

  30. inRa says:

    Tulisan yang sangat luar biasa pak Victor
    Terima kasih telah meberikan pemikiran baru yang lebih baik..
    Memang kita tak boleh menyia2kan.. berusaha tuk jadi pengangguran sukses memang sangat dianjurkan ^^b

  31. Ning ning says:

    Menarik sekali artikelnya Pak, membuat saya termotivasi untuk menjadi entrepreneur seperti Bapak, bimbing saya Pak, karena buat saya itu mungkin sulit, tapi saya percaya dengan belajar di USB ini saya dapat menjadi entrepreneur sejati.
    Go USB, Go ENTREPRENEUR

    • Ning ning says:

      Saya salut dech Pak, tadinya saya ngak punya impian/cita-cita, saya hanya menerima apa adanya sebagai karyawan karena pendidikan saya tidah tinggi seperti yang lainnya, tapi setelah saya masuk USB ini saya jadi merasa lebih semangat lagi karena Bapak sudah memberi lilin untuk dapat menerangi hidup saya, saya termotivasi untuk dapat menjadi salah satu entrepreneur sejati di Indonesia ini, bimbing dan bantu saya pak Victor agar dapat melaluinya setahap demi setahap. GBU
      Go USB, Go Entrepreneur

  32. lita says:

    it’s my dream

  33. lita says:

    it’s my dream…oleh karena itu saya bergabung di USB saya sekarang di level 0 angkatan 2011

  34. mika says:

    amazing…
    artikel nya bikind menambah semangat menjadi entrepreneur..
    how i can be like u pa victor..??

  35. As Onima Caecilia says:

    Setelah saya membaca artikel ini, saya semakin mantap untuk menjadi seorang entreupreneur. Dengan menjadi seorang entreupreneur, kita dapat memiliki waktu yang lebih banyak untuk keluarga yang dapat meningkatkan kualitas hubungan antara anggota keluarga. Selain itu, kita juga dapat berperan dalam meningkatkan ekonomi bangsa ini. Sungguh suatu perbuatan yang mulia.
    Saya sangat kagum pada cita -cita mulia Bapak Victor untuk mencetak banyak entreupreneur baru sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan ekonomi bangsa ini.
    Tetap semangat, pak! Hidup entreupreneur! GBU

  36. SRI UTAMI says:

    Terimakasih pak Victor, tulisan anda sangat memotivasi saya untuk menjadi pengangguran entrepreneur.

  37. Ihsan Helmi Faisal says:

    Setelah membaca, ada banyak hal yang bisa diambil pelajaran untuk menjadi pengusaha yang sukses. Yaitu tidak ada hal yang dikorbankan, terutama keluarga. Semoga hal-hal yang bapak ceritakan dalam artikel ini bisa menjadi masukan bagi orang yang membacanya.

  38. Ista Idawati says:

    WOW… bukan hanya sekedar artikel yang indah, namun sangat menginspirasi dan memotivasi setiap orang yang membacanya.
    Setelah membaca artikel tersebut, saya termotivasi untuk bangkit menjadi pengusaha yang membangun bangsa ini.
    Bukan sekedar memiliki passive income,namun lebih dari itu memiliki waktu yang banyak untuk membagikan hidup & kasih kita untuk orang-orang yang kita sayangi khususnya dan orang lain pada umumnya.
    Menikmati hidup yang sekali ini sebagai anugerah Tuhan tanpa harus dipusingkan oleh uang dan materi.
    Saya percaya bahwa Bapak pun telah melalui perjuangan untuk sampai pada hal tersebut, karena itu saya perlu bimbingan dan belajar dari Bapak.
    Terima kasih untuk artikelnya yang menginspirasi.

    *Ista Idawati *

  39. Pian (Nopiana Sumarlin) says:

    hanya satu kalimat yang dapat saya komentari setelah membaca artikel Pak Victor…
    “Value Your Life”

  40. Mey Camelia says:

    Setuju,pak………
    paradigma berpikir kami yang harus dibenahi terlebih dahulu tentang eksistensi entreprenuer sehingga lahirlah istilah “pengangguran [entrepreneur]”, sehingga saya berpendapat bahwa menjadi pengangguran entrepreneur itu KEREN…hhe
    tentunya sungguh bahagia sekali apabila ketika kita mempunyai waktu bersama-sama dengan orang yang kita sayangi terutama keluarga,,,
    semoga dengan saya belajar di USB bener-benar menjadi “pengangguran”[baca:pengangguran entrepreneur]
    go USB….go entrepreneur ^^

  41. Viki says:

    Artikel yang membuat saya menggelitik ketika membaca. Membuat saya menjadi merenung. Memberikan pemahaman baru serta memberikan dampak yaitu mimpi. Mimpi agar mimpi itu menjadi realita dan menjadi visi serta misi dalam bagian hidup saya.
    Suatu ungkapan dalam dimana indahnya penggangguran yang memang saya inginkan. Agar punya kualitas waktu yang digunakan untuk setiap bagian dari kehidupan.
    Luar biasa, menjadi terang dan garam di dalam kegelapan serta dalam lingkungan yang tawar. Ini yang saya selalu terngiang dalam telinga saya.
    Tuhan mengirimkan kasih karunia kepada hambanya. Luar biasa. Menjadi berkat yang luar biasa. dan memberikan saya contoh satu sosok kepala keluarga.
    Terima kasih. TUHAN memberkati dan menyertai senantiasa.
    Viki Kurniadi

  42. nelly tjahja febrina says:

    Terima kasih Pak Vic, tulisan bapak menggugah hati, semangat, dan pikiran saya…
    Ayok maju bersama, kita wajib membenahi diri agar hidup lebih bahagia dan bermanfaat bagi sesama, membekali diri dengan misi memberi, bukan melulu meminta. Go!

  43. gaby k says:

    siapa sih yg ga ingin bisa menikmati kehidupan bersama org yg dicintai??
    saya jg sangat menginginkannya..
    artikel ini memotivasi saya untuk mengubah pemikiran2 yang salah yaitu bekerja pada perusahaan dan meniti karir.. klo gitu,,kpn bisa ada waktu untuk keluarga dan diri sendiri???:)
    makasi pak victor untuk artikel yg penuh inspirasi dan motivasi ini..saya percaya suatu saat nanti pun saya akan jadi pengusaha yg diberkati.GBU

  44. Asep Permana says:

    Itulah harapan saya dan harapan semua orang tua. Lebih banyak waktu untuk keluarga, dapat memenuhi kebutuhan lahiriah dan batiniah. Artikel ini memotivasi saya untuk lebih kuat mewujudkannya menjadi seorang entrepreneur yang memiliki kebebasan waktu dan finansial.

  45. Adrian Berlano says:

    “Hidup hanya Sekali!
    Masa kecil, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua hanya dialami sekali. Tidak dapat diulang dan tidak dapat dibeli. Oleh karena itu, jangan sia-siakan waktu hidup anda hanya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja, seumur hidup mencari uang, uang, dan uang!” Salah satu kalimat favourite gw. Membuat kita berfikir bagaimana caranya kita Punya banyak uang tanpa harus terus mencari Uang. ya itu dengan membuat uang bekerja untuk kita. Banyak orang yang setelah menjadi kaya malah menjadi semakin rakus dan menjadi tidak ada waktu sehingga mengalami kegagalan dalam hubungan sosial mereka (bukan hubungan bisnis). tetapi di USB kita di bina untuk menjadi lebih sukses secara financial dan sukses juga secara hubungan sosial. karena itu gw rasa USB Bagus banget untuk anak muda seperti kita yang ingin berkembang.

  46. Asep Saiful Biahar says:

    Assalamualaikum.Semangat terus Bapa, Segera akan bermunculan Victor Asih2 muda yang akan meneruskan cita2 Bapa selama ini, saya pun begitu. semoga Tuhan memberkati. amiin

  47. Novie Leswandari says:

    Artikel yg bagus banget sangat menginspirasi saya.Memang benar hidup adalah pilihan.Saya adalah seorang karyawan yg telah bekerja selama 16 thn,melihat hasil yg saya capai sampai saat ini rasanya terlalu mubazir menghabiskan waktu yg bnyk terbuang dan tidak sesuai dgn hasilnya.Semoga dgn menimba ilmu di USB,berusaha & berdo’a saya bisa menikmati hidup dgn lebih baik.amin.

  48. neneng supriatiningsih says:

    Luar biasa………….andaikan saya dapat mengikuti jejak bapa…….mungkin kehidupan saya akan berubah menjadi lebih baik lagi. Semanagt…….Go USB Go Enterpereuner

  49. cecep sri suryana says:

    sungguh artikel yang memotivasi. saya tersadar ternyata ada hal yang paling penting yang sering terlupakan, yaitu waktu. hidup hanya satu kali, kalau kita terus menerus mengejar materi, kapan kita akan menikmati hidup yang hanya sekali dianugerahkan oleh Tuhan. semoga dengan belajar di USB saya bisa memiliki banyak waktu bersama keluarga untuk menikmati hidup, tanpa terus menerus kerja, kerja dan kerja. dan semoga kedepannya USB bisa melahirkan lebih banyak pengangguran entrepreneur.

    GO USB, GO ENTREPRENEUR

  50. Triwiningsih says:

    setelah saya membaca artikel,saya berfikir ternyata saya sudah kehilangan bnyk waktu bersama keluarga terutama ortu saya.bersyukur sekali saya mendapat kesempatan belajar bagaimana menjadi seorang pengganguran enterprener melalui USB.Terimakasih pak Viktor yg telah mau berbagi ilmu & waktu melalui sekolah bisnis gratis USB yg dpt membantu & membimbing saya meraih impian..GO USB GO ENTERPRENER.

  51. Ade Kurnia says:

    Banyak orang menukar waktu dengan uang. Dari pagi sampai malam orangtua bekerja sampai hanya memiliki sedikit sekali waktu untuk keluarga. Memang anak-anak berkecukupan secara materi namun sangat kekurangan bimbingan langsung orangtua. Kehilangan figur teladan ayah dan kehilangan kasih sayang ibu.

    Saya mau bebas secara finansial, tanpa perlu menukar waktu dengan uang, saya bisa memiliki waktu yang berkualitas dengan keluarga.

  52. Annisa Hamara says:

    Ini jawaban dari doa saya.. sejak kecil saya diajarkan jualan karena ayah saya seorang wiraswasta, jadi dunia wirausaha sudah saya kenal sejak kecil dan saya bercita-cita ingin menjadi seorang enterpreneur.. dengan adanya sekolah bisnis gratis yang didirikan oleh pa victor semakin meyakinkan langkah saya untuk mencapai cita-cita saya. terima kasih banyak🙂

  53. nurul herfah hidayat says:

    setelah saya membaca artikel ini saya sangat antusias menjadi seorang pengangguran enterpreneur yang mempunyai waktu lebih banyak dengan keluarga dan orang – orang sekitar. Untuk membangkitkan jiwa enterpreneur tersebut butuh pengorbanan baik waktu, fisik dan materi. Saya merasa apa yang saya butuhkan selama ini ada di usb ini. Pak victor terima kasih atas semangatnya yang bisa membangkitkan jiwa enterpreneur ini apalagi di zaman yang serba sulit ini, karena saya punya cita – cita membahagiakan orangtua dan bersyukur kepada allah,,go usb go enterpreneur…

  54. lukman santoso says:

    setelah saya membaca artikel dari Tn. victor asih ini, hati dan pikiran saya langsung masuk kedalam pikiran bawah sadar saya Sungguh betapa nikmatnya jadi pengangguran enterpreneur..
    Dan saya merasa selama ini banyak sekali waktu saya terbuang begitu saja..

    GO USB…. GO ENTERPRENEUR………..

  55. teni handayani says:

    Setelah saya membaca artikel“nikmatnya jadi pengangguran (entrepreneur),saya sangat terinspirasi&menurut saya sangat luar biasa.kehidupan keluarga bapak yg begitu bahagia dan harmonis,karena bapak memiliki banyak waktu untuk keluarga.saya juga sangat kagum kepada bapak karena bapak mempunyai cita2 mulia yakni menciptakan generasi muda yg mandiri & berkualitas untuk kemajuan negeri ini. Tentang passive income,itu juga yg saya inginkan.artikel yg bapak buat jg memberi inspirasi tentang menghargai waktu.

  56. Ansi Finansi says:

    Wah… Ngebaca artikel ini paragraf demi paragraf.. bikin hati saya jadi Ngiri… kapan yach.. sya juga bisa mewujudkan cita2 yang tinggi ini.. sya nggak tau caranya gimana.. tapi saya yakin.. melalui bimbingan Bpk. Victor Asih di USB sya bisa mewujudkan Impian Saya..

    Go USB!!
    Go Interpreneur!!

  57. rian abdul rahman says:

    luar biasa, itu kata yg pertama terngiang di benak saya setelah saya membaca artikel ini, walau pun artikel ini singkat, tp didalamnya sungguh terdapat makna yg amat dalam, sepertinya sangat menyenangkan menjadi seorang pengangguran yg luar biasa, karena dapat meluangkan banyak waktu untuk keluarga, saudara, sahabat atau pun kekasih, tp walau pun seorang pengangguran kita tetap memiliki penghasilan yg cukup untuk kebutuhan kita, rasanya ingin saya menjadi seorang pengangguran yg luar biasa(entrepreneur), semoga dengan saya mengikuti kelas di USB bisa mengikuti jejak pa victor bahkan lebih!amin

    rian abdul rahman peserta USB level 0

  58. Siti Sakinah N says:

    Artikel ini benar-benar inspiratif , karena setelah membaca artikel ini semangat saya menjadi menggebu dan terasa d isi ulang kembali dan saya semakin bersemangat untuk menjadi Entrepreneur.
    Bener-bener artikel yg TOP BGT

    Go. . .USB. . .
    Go . .Entrepreneur. . .

  59. Dena Gusdinar says:

    Setelah saya baca artikel “nikmatnya jadi pengangguran” saya jadi semakin termotivasi untuk menjadi entrepreneur. Mengapa ? Karena saya tersadar waktu saya tidak mau di habiskan dengan bekerja dan bekerja. Hidup itu hanya sekali. Kalimat yang saya sukai pada artikel tersebut yaitu “banyak Hal yang lebih berharga daripada uang, salah satu diantaranya adalah waktu. uang dapat dicari tetapi waktu tidak dapat dibeli”.

  60. Denni Susanto says:

    artikel yang membangkitkan dan memotivasi saya untuk menjejaki jlan yang diambil oleh pak Victor…saya percaya dan yakin akan meraih seperti yang pak victor raih..satu jalan yang pak victor arahkan diawal kesuksesan..JANGAN TAKUT BERMIMPI..,dan itulah slah satu mimpi dalam hidup saya..Menjadi pengangguran yang sukses…
    GO USB GO ENTREPRENEUR GO INDONESIA

  61. EBEL says:

    kenapa saya merinding sendiri ? grrrr aliran darah saya naik, haha
    kelak saya akan bersanding dengan pak Victor😀 [amin o:)]

    membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan entrepreneur2 muda. dimana saat selesai kuliah tidak pusing melamar pekerjaan, tapi sudah punya penghasilan dan tentunya membahagiakan orang yg kita sayangi🙂

    GBU all 0:)
    happyholiday all😉

  62. EBEL says:

    kenapa saya merinding sendiri ? grrrr aliran darah saya naik, haha
    kelak saya akan bersanding dengan pak Victor😀 [amin o:)]

    membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan entrepreneur2 muda. dimana saat selesai kuliah tidak pusing melamar pekerjaan, tapi sudah punya penghasilan dan tentunya membahagiakan orang yg kita sayangi🙂

    GBU all 0:)
    happyholiday

  63. tita young says:

    pengangguran yang dapat menciptakan lapangan kerja ditengah kesibukannya masih bisa meluangkan waktu untuk orang lain terutama untuk keluarga tercinta.sungguh sangat menyenangkan dan patut ditiru, salut sama Pak Victor atas artikelnya dan telah menjadi inspirasi untuk kehidupan saya, saya yakin dan percaya bahwa saya juga i can do it!

  64. Algi says:

    “hidup hanya sekali”, hal itu yang menjadi pegangan saya untuk bisa hidup bukan untuk diri sendiri, melainkan bisa membahagiakan orang lain, dengan berada di antara mereka, membahagiakan mereka, mencukupi kebutuhan mereka, itu mimpi saya. Menjadi pekerja, menjadi karyawan swnaga hanya berfokus pada swasta maupun negri, semuanya mengharuskan kita bekerja keras, padahal hasilnya tidak banyak, dan resikonya kita dijauhkan dari orang-orang yang kita sayang, waktu berkumpul hilang, fikiran dan tenaga hanya berfokus pada pekerjaan di kantor. Setelah saya bekerja saya sadar bahwa bekerja sekeras apapun di perusahaan orang tak akan membuat mimpi saya untuk bisa membuat orang lain bahagia itu sangat sulit, penghasilan bekerja di perusahaan orang hanya cukup untuk diri sendiri. Jadi tujuan utama saya sekarang adalah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dengan waktu luang yang banyak, agar saya selalu ada di sekeliling orang-orang yang saya sayangi dan dapat membahagiakan mereka.

  65. Mela Rosita Dinaya says:

    Sungguh pengalaman hidup yang menjadi harapan semua orang, karena bagaimana pun waktu yang kita pergunakan dalam hidup ini haruslah bermanfaat bagi semua orang dan memiliki kualitas di masa depan, terlebih lagi untuk keluarga. Salut untuk Pak Victor yang sudah dapat mewujudkan serta mengimplementasikan dengan berbagai macam usahanya termasuk mendirikan Sekolah Bisnis Gratis…Patut menjadi teladan untuk kita semua…karena di negara kita belum banyak typical person yang peduli memikirkan generasi bangsanya…
    BRAVO KK…BRAVO ENTREPRENEUR…

  66. Artikel yang sangat inspiratif.. Benar memang waktu tidak bisa dibeli dengan apapun.. Saya juga jadi termotivasi ingin memiliki banyak waktu seperti Pak Victor karena selama ini saya selalu merasa kekurangan waktu.. Terima kasih Pak Victor untuk artikel yang sangat inspiratif ini..

  67. Kenyang kenyag,,,inspirasi yang bikin kenyang tapi makin ketagihan

  68. Mochamad Irfan Islamy says:

    setelah saya membaca sebuah artikel yg dibuat oleh Bapak Victor Asih ini saya sangat termotivasi untuk menjadi entrepreneur, mindset saya sekarang terbuka lebar bahkan berbanding terbalik dgn sebelumnya, saya salut dengan cita-cita bapak yg sangat mulia yakni menciptakan generasi muda yg mandiri & berkualitas untuk kemajuan negeri ini dan juga saya salut akan usaha bapak berusaha mengajarkan bagaimana untuk bisa mengharagai waktu.

  69. Bas Relati R says:

    sungguh artikel yang inspiratif.. saya semakin termotivasi untuk menjadi pengangguran enterpreneur dan mempunyai banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga saya kelak… it’s my dream.. saya ingin menikmati hidup krn hidup hanya satu kali,, sayang rasanya jika waktu tsb dihabiskan oleh rutinitas kerja.. USB my highway to be enterpreneur… ^,^
    semoga dengan bimbingan bapak Victor saya dapat meraih impian saya..
    Go USB…. Go Enterpreneur….

    Bias Relati R
    USB level 0

  70. Hanya satu kata yang saya bisa sampaikan “Inspratif”

  71. Isa says:

    Sangat inspiratif…
    Itu impian saya juga…
    Semoga cepat terwujud.
    Amin…

  72. Raeva says:

    Terimakasih artikel ini telah membuka mata saya…inspiratif sekali!
    Semoga saya berlaku demikian, Amin.

  73. dea says:

    “LUARBIASA”

  74. Suriyah says:

    setelah saya membaca artikel ini,,ingin rasanya semuanya itu saya rasakan sendiri baik mungkin saya menjadi anak yang memepunyai orangtua seperti itu atau kelak nanti saya sendiri menjadi orangtua bagi putra/i saya membentuk keluarga entrepreneur dan pastinya keluarga Sakinah Mawadah Wa Rahmah menjadi contoh bagi lingkungan sekitar sehingga semakin banyak pula entrepreneur di Negara Indonesia ini menjadi Negara Maju Aaamiin..saya sendiri pun punya cita-cita ingin membangun negeri ini minimal dari lingkungan tempat kelahiran saya, yang keadaannya bagi saya masih sangat minim baik SDA atau SDM nya saya merasa prihatin kebanyakan orangtua beranggapan apabila anaknya sudah lulus SD paling Tinggi SMP berpikiran untuk cepat-cepat cari kerja biasanya dengan modal ijazah SD/SMP tak jauh kerja menjadi buruh Rumah Tangga Atau pekerja Pabrik ahirnya baru berumur belasan tahun sudah dinikahkan dengan anggapan meringankan beban keluarga atau lepaslah beban orantua. disini saya tidak menyalahkan orangtua dan anak, saya memaklumi karena ilmu pengetahuan yang terbatas dan biaya pendidikan yang cukup mahal, mau tak mau harus seperti itu adanya. dengan keadaan seperti itu ingin sekali aku memotivasi atau memberi pengarahan terutama kepada para orangtua selanjutnya kepada putra-putrinya…
    sebenarnya masih banyak unek-unek atau ide yang ingin saya sampaikan mungkin bukan disini tempatnya,,
    saya ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan baik dari segi penulisan atau kalimatnya.

  75. Nida Khairiyah says:

    Ini yang saya inginkan dari dahulu, dimana ketika saya lulus kuliah saya tidak mau sibuk mencari kerja, tetapi saya sudah mempunyai usaha yang saya kelola dan mempunyai banyak waktu untuk keluarga. Menjadi enterpreneur adalah jalan yang tepat untuk menggapai cita – cita saya, artikel ini membuka mata saya bahwa kaya bukan hanya kaya financial, tetapi juga kaya kebaikan dan lainnya. Terima kasih banyak Pa Victor untuk artikel ini, saya akan berjuang untuk menjadi enterpreneur !!!!

  76. dewi ratna says:

    asalamualaikum.pa artikel bapa ini sangat bermamfaat bagi kami khusus nya bagi saya,,,jujur saja saya baru tahu kehidupan berbisnis seorang enteurpener yang baik itu seperti apa .dan ini akan menjadi insfirasi hidup saya ke depannya
    ..sebelum saya tahu tentang ini saya pikir seorang pengusaha hanya bisa membantu orang-orang dari segi uang saja karena seorang pengusaha itu pasti sibuk dengan pekerjaan yang menumpuknya..tapi ternyata tidak begitu.
    jujur pa saya pertama ragu-ragu untuk jadi pengusaha.karena cita_cita saya ingin jadi guru agar saya bisa membuat generasi muda ini pintarr dan cerdas..klo jadi pengusaha pasti saya sbuk mungkin hanya bisa membantu dari uang saja ..tapi itu bukan tujuan pertama saya,,tapi setelahh baca ini saya jadi tidak ragu lagi..saya pasti bisa mewujudkan keduanya dan impian saya.aminn
    Go USB….
    NIKMATNYA JADI PENGANGGURAN”AMAZING”
    MAKASIHH Bapak

  77. Inarti says:

    Saya ikut senang membaca artikel bapak Victor Asih. Saya sendiri baru menyelesaikan tugas saya selama 33 tahun jadi PNS. Walaupun dengan gaji yang pas-pasan saya tetap semangat dan berbahagia karena sudah menyumbangkan tenaga dan pikiran saya bagi Indonesia. Sekarang ini saatnya belajar dunia enterpreneur dari bapak, kiranya saya masih dapat menyimak dan menularkan semangat pada orang-orang di sekitar saya, amien. Gbu

  78. endah says:

    Pengangguran yang bekerja keras sebelumnya…………….

  79. Maslihah says:

    Bravo pak Viktor,yang sdh sukses membuat saya menangis dipagi hari,sy terharu,termotivasi,dan optimis dg ksungguhan sy yakin bs mengikuti jejak pak Viktor,bimbing saya ya pak?trimakasih

  80. zuju assyifa says:

    subhannallah, andaikan semua orang sadar betapa nikmatnya jadi pengangguran saya yakin, Indonesia bakal menjadi negara maju bahkan bisa mengalahkan Amerika, dan betapa kita punya banyak waktu untuk keluarga dan orang-orang yang membutuhkan kita
    go USB ……………………

  81. rerey afriillia lestary says:

    kerenn..
    indahnya hidup yangmencari berkah dari yuhan (ALLAH)
    dan tentunya mencari ridho allah
    man jadda wajadda

    GO USB GO ENTERPRENEUR,

    Reyna afrillia Lestary
    USB 2013 level 0

  82. Bayu Annafi says:

    Luarbiasa.
    Bayangkan jika lebih banyak orang yg berpikir untuk menciptakan lapangan kerja dari pada mencari kerja,
    secara tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia

    Bayu Annafi
    USB 2013 level 0

  83. aries amar syetiawan says:

    kereennn banget artikelnya….
    buat saya tambah semangat untuk menjadi pengangguran sukses… hehehe

  84. neng teni says:

    enak sekali tanpa kerja masih bisa makan di restoran pake mobil lagi. kita ajah yg kerja banting tulang masih berpikir makan di restoran.

  85. neng teni says:

    subhanalah sungguh mengagumkan, pengen bangeeet udah keluarga yg harmonis rejeki cukup SEMPURNA. insa allah aku akan belajar bersungguh2 di USB tidak akan pernah kusiasiakan waktu ini untuk hal yg tdk penting. setelah menyimak sangat termotivasi untuk hidup lebih maju lg.

  86. memiliki passive income membuat kita lebih bisa menikmati hidup yg hanya satu kali ini. Kita boleh saja tidak bekerja namun penghasilan kita jangan sampai menganggur. Maka dari itu jadilah penggangguran yg berduit.

  87. ABUBAKAR JAELANI / SISWA LEVEL O says:

    Setelah membaca artikel ini Subhanallah …….. orang seperti pa Viktor langka sekali LUAR BIASA …. bercita-cita untuk masyarakat INDONESIA agar maju-maju , rakyat/warga terutama sarjana yang memiliki integrity, generasi muda entrepreneur yang akan membentuk keluarga-keluarga yang kokoh di masa mendatang dan menjadi generasi penerus bangsa,harapannya agar mereka menjadi generasi pemimpin dan pengelola negeri ini menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. membangun beribu-ribu BP Viktor mengisi INDONESIA TERCINTA, maju USB, Jayalah USB

  88. ABUBAKAR JAELANI says:

    TERIMA KASIH ….. pa Viktor , motivasi yang telah bapak sampaikan sangat berguna bagi kami yang ingin sekali untuk merubah pola kikir, hidup bebas waktu dan fiancial, membahagiakan keluarga dan sahabat, membangun INDONESIA

    maju USB, jayalah USB

    Abubakar Jaelani
    siswa level O

  89. Feri Setiawan says:

    Saya Feri Setiawan.

    Jujur saja, bagi saya yang seorang karyawan, kebebasan finansial dan waktulah yang selama ini diimpikan. Tapi karena sibuk bekerja, itu semua hanyalah mimpi belaka. Setelah saya tahu tentang perbedaan apa itu mimpi dan khayalan, sepertinya kebebasan finansial dan waktu ternyata bukanlah impian, tapi khayalan.
    Dari artikel ini saya diingatkan bahwa apa yang kita inginkan haruslah dijadikan sebuah impian. Ya, impian, bukan hanya khayalan semata. Oleh karena itu, berawal dari yang kecil, langkah kecil, perlahan tapi pasti itu semua akan jadi impian yang nyata. Saya yakin dengan itu. Semoga Yang Maha Berkehendak senantiasa mengiringi perjalanan hidup kita untuk menjadi seorang Entrepreneur Sejati.
    Go USB…
    Go Entrepreneur…!

    Salam hangat,
    Feri Setiawan

  90. Dian Ernitha says:

    Mantaaap!kerja…kerja…kerja , ga deh klu terikat sama waktu dan aturan..belum lagi gaji tidak sesuai dengan loyalitas yg kita berikan ke owner.Enaknya jd owner sendiri..he he..bebas tapi bisa menentukan target IMPIAN..Asyik bisa kumpul sama keluarga dengan PASSIVE INCOME.Alhamdulillah ,IMPIAN DIAN ERNITHA akan terwujud coz I’m born to Entrepreuner.. Aamiin…GO USB… GO Entrepreneur! PASTI BISA!

  91. Dian Ernitha says:

    Woooowww! Mantap! Mau banget kumpul dengan keluarga yang kita sayangi ,hmmm..apalagi kebebasan financial..Ga deh jadi pekerja dan terikat oleh waktu dan aturan2 perusahaan..belum lagi gaji tidak sepadan dengan loyalitas yang kita berikan..I’m so sorry,I’m freedom,Now..i can REACH! Alhamdulillah, IMPIAN Dian Ernitha segera akan terwujud bersama USB coz i’m born to Entrepreneur..GO USB …Go Entrepreneur..Allahumma Aamiin

  92. Kania Islamyarti says:

    Salut deh sama semangatnya Pak Victor yang memotivasikan banyak orang dengan menjadi Entrepreneur sejati. Disini Pak victor membuktikan ia membantu terciptanya generasi muda intelektual yang tangguh, yang dilengkapi dengan sikap mental positif dan semangat kewirausahaan dengan moral bisnis yang baik sesuai dengan salah satu visinya USB sendiri. Lanjut terus pak!;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s